Menurut laporan tersebut, kapal yang ingin melewati selat itu dimintai informasi detail terkait staf, kargo, dan rencana pelayaran. Dalam beberapa kasus, mereka juga diminta membayar sejumlah biaya, meskipun praktik tersebut belum sistematis.
Pembukaan koridor aman dan penerapan biaya tol oleh Iran menimbulkan dilema bagi industri pelayaran. Di satu sisi, mereka ingin menyelamatkan awak kapal dan kargo yang terjebak di Teluk Persia. Di sisi lain, mereka enggan menghadapi sanksi Barat dan risiko keamanan.
Kebebasan navigasi melalui jalur vital seperti Selat Hormuz biasanya dijamin oleh hukum internasional. (Wahyu Dwi Anggoro)