"Jika AS mencoba membuka Selat Hormuz dengan taktik yang merusak diri sendiri, itu tidak masalah. Kami siap untuk semua skenario," kata pejabat Iran itu.
Meskipun AS telah menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung, Washington juga mengindikasikan kemungkinan invasi darat.
AS telah mengerahkan sekitar 5.000 Marinir yang sebelumnya ditempatkan di Jepang dan California ke Timur Tengah. Sekitar 2.000 pasukan Divisi Lintas Udara ke-82, unit elit Angkatan Darat AS, juga dikirim ke kawasan tersebut.
Pesawat angkut Angkatan Udara AS juga dideteksi melakukan manuver di wilayah udara Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini mengindikasikan persiapan invasi darat ke Iran.
Pesawat angkut Globemaster III digunakan secara global untuk mengangkut pasukan dan kargo. Pesawat ini memainkan peran logistik kunci dalam operasi militer AS di Afghanistan dan Irak di masa lalu. (Wahyu Dwi Anggoro)