Wall Street Journal mengatakan bahwa menteri luar negeri Iran bersama dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf untuk sementara dihapus oleh AS dan Israel dari daftar target mereka.
Di sisi laim, harga minyak sempat turun, tetapi telah pulih secara signifikan dari titik terendah. Kontrak berjangka minyak mentah Brent yang berakhir pada Mei, di mana terakhir turun sekitar 1,6 persen menjadi USD102,77 per barel atau jauh di atas level sekitar USD70 sebelum pecahnya perang pada akhir Februari.
Para pedagang pun khawatir tentang kemungkinan dampak ekonomi dari perang yang berkepanjangan. Sementara itu, Indeks manajer pembelian (PMI) S&P Global turun ke level terendah sebelas bulan dan menunjukkan tekanan yang meningkat pada pertumbuhan secara keseluruhan akibat kenaikan harga yang terkait dengan guncangan energi akibat perang.
(kunthi fahmar sandy)