risiko pelanggaran dan serangan Israel.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret. Kelompok militan Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas agresi AS-Israel terhadap Iran. Israel menanggapi dengan kampanye serangan udara besar-besaran dan invasi darat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Selasa bahwa kesepakatan antara negaranya dengan AS juga mencakup perdamaian di Lebanon.
"Setiap serangan militer oleh rezim zionis terhadap Lebanon mulai sekarang dan pendudukan wilayah Lebanon yang berkelanjutan mulai sekarang akan dianggap sebagai pelanggaran nota kesepahaman menurut pandangan kami," katanya.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Senin bahwa pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon selama diperlukan.
Hizbullah sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan apa pun sejak Selasa yang mengklaim serangan terhadap Israel. (Wahyu Dwi Anggoro)