“Alhamdulillah, kami sudah sangat terbantu,” kata Edi, dikutip dari keterangan pers, Minggu (21/12/2025), saat ditemui di atas sepeda motornya.
Pada motornya tampak keranjang berisi durian serta tiga jeriken kosong. Edi mengaku berjualan bensin eceran di Bener Meriah. “Pertamax kami jual Rp20.000 per liter di sana,” sambungnya.
Durian yang dibawanya juga akan dijual di Bireuen. Ia mengaku mendapat pesanan durian Bener Meriah dari seorang warga Kampung Arab, Bireuen.
Ucapan syukur dan rasa bahagia juga disampaikan M. Ali, pedagang yang biasa berjualan di sekitar Jembatan Teupin Mane. Ia mengaku telah menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut selama bertahun-tahun.
“Saya berjualan di sini sudah kurang lebih 14 tahun,” ujarnya.
Ali bersyukur karena selain bisa kembali mencari nafkah, jalan tersebut kini kembali menjadi pusat lalu lalang warga dari Bireuen menuju Bener Meriah, Takengon, hingga Pegunungan Gayo. Ia juga menilai proses pembangunan jembatan berlangsung cepat.