IDXChannel—Di sudut Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terdapat Desa Wae Moto yang berada di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Pada wilayah dengan akses yang masih terbatas, sekolah bukan sekadar bangunan tempat belajar, melainkan ruang tempat harapan dipelihara.
Bagi anak-anak Wae Moto, pendidikan menjadi jalan untuk memutus mata rantai keterbatasan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas di masa depan.
Namun, semangat mereka selama ini masih berjalan berdampingan dengan kondisi sarana belajar yang memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur sekolah hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan yang belum sepenuhnya memadai.
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, salah satu lembaga pemberdayaan ekonomi perempuan di bawah naungan Danantara, yakni PNM, melalui program PNM Peduli menghadirkan langkah sederhana yang berdampak besar bagi SD Inpres Wae Moto sebagai wujud kasih sayang yang diterjemahkan dalam bentuk revitalisasi sekolah.
Semangat itu tergambar dari Mariva Yankezia, seorang siswi berusia 10 tahun yang setiap hari datang ke sekolah berjalan kaki menyusuri hutan dan menyeberangi sungai dengan keyakinan sederhana namun begitu bermakna.