sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata ‘Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah’

News editor Kurnia Nadya
01/08/2026 15:48 WIB
PNM Peduli menghadirkan langkah sederhana yang berdampak besar bagi SD Inpres Wae Moto sebagai wujud kasih sayang yang diterjemahkan dalam bentuk revitalisasi.
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata ‘Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah’. (Foto: PNM)
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata ‘Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah’. (Foto: PNM)

Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih dan fasilitas sanitasi, kehadiran sarana kebersihan bukan hanya mendukung kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang lebih manusiawi sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan bermimpi dengan lebih percaya diri.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengungkapkan bahwa peran penting PNM dalam memberikan pemberdayaan kepada ibu mekaar yang berimplikasi pada menjaga asa anak nasabahnya untuk hidup yang lebih sejahtera.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting adalah pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga, terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka,” ujar Kindaris dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Bagi PNM, pemberdayaan tidak berhenti pada usaha seorang ibu, tetapi juga harus mengalir kepada masa depan anak-anaknya. Di SD Inpres Wae Moto, 14 dari 64 siswa merupakan anak nasabah PNM Mekaar. 

Melalui PNM Peduli, PNM menghadirkan ruang belajar, fasilitas sanitasi, serta sarana sekolah yang lebih layak agar anak-anak dapat belajar dengan aman, sehat, dan terus menyalakan mimpinya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement