Enam diantaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana seiring kemarau panjang yang berlangsung sejak awal 2026. Meski demikian, Belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat dampak dari karhutla tersebut.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, Kementerian Kesehatan merespon hal tersebut dengan mengerahkan 314 tenaga medis dan kesehatan guna mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik kesehatan ke wilayah terdampak.
"Sebagai upaya mitigasi kesehatan akibat karhutla, kami telah memobilisasi sejumlah 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan," kata Agus dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya secara masif mendistribusikan perlengkapan medis dan obat-obatan bagi masyarakat terdampak.
Diantaranya seperti 278.940 masker, 56 unit Oxygen Concentrator (OC), buah face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, 8 set Alat Pelindung Diri (APD), 33 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.