sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara

News editor Kunthi Fahmar Sandy
12/01/2026 21:33 WIB
Pemanfaatan kayu hanyutan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera utara sudah digunakan untuk membangun 13 unit hunian sementara (huntara).
Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara (FOTO:Dok Kemenhut)
Kayu Hanyutan Pascabencana Sumatera Sudah Digunakan untuk Bangun 13 Unit Huntara (FOTO:Dok Kemenhut)

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menyampaikan bahwa hingga 11 Januari 2026, tim BPHL bersama Dinas LHK Aceh telah mengukur 938 batang kayu hanyutan dengan total volume mencapai 1.506,08 meter kubik.

“Kayu hanyutan ini menjadi sumber material utama untuk mendukung pembangunan hunian sementara secara cepat dan terkontrol,” ujar Subhan Senjb (12/1/2025).

Sementara di Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Novita Kusuma Wardani menjelaskan bahwa penanganan kayu hanyutan di Desa Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol kini memasuki tahap penatausahaan dan pemanfaatan.

“Fokus kami saat ini memastikan kayu hanyutan yang sudah diolah benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan hunian warga dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan,” kata Novita.

Hingga 11 Januari 2026, kayu olahan dari wilayah Garoga mencapai 1.376 keping dengan total volume 19,5755 meter kubik, yang diperuntukkan bagi pembangunan hunian sementara di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement