Sejalan dengan itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan Purwantono membeberkan data hingga siang (4 Januari 2026), jumlah kendaraan yang kembali melalui jalan tol sudah mencapai 2,85 juta dari total 2,9 juta proyeksi pengguna jalan tol.
"Ini artinya sudah mendekati dan sesuai dengan proyeksi. Dominasinya masih sebagian besar dari arah Timur sebesar 46 persen, arah Barat 29,2 persen dan arah Bogor sebesar 23 persen," kata Rivan.
Kemudian dia melanjutkan dari arus lalu lintas arah Timur terbagi kembali dari Tol Trans Jawa sebesar 50 persen dan dan arah Bandung sebesar 49 persen.
Rivan menyebut titik tertinggi yang menjadi puncak mobilitas masyarakat yaitu pada 20 Desember 2025 yaitu sebanyak 189 ribu kendaraan dan 24 Desember 2025 sebanyak 201 ribu kendaraan.
"Hingga kemarin arus lalu lintas dari tol Trans Jawa ke arah Jakarta sudah lancar dan cukup landai. Termasuk titik pertemuan di KM 66 sehingga Jasa Marga menilai tidak perlu lagi dilakukan skema contra flow," kata dia.
(NIA DEVIYANA)