Mentan Amran menyebut hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa anak petani perlu didorong untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga persoalan regenerasi pelaku utama. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian menjadi instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Idha dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Polbangtan dan PEPI membuka PMB dengan kuota sekitar 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian. Dalam kebijakan tahun ini, BPPSDMP memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam memperkuat regenerasi petani dan pelaku utama pertanian.
Selain anak petani, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan.