Dia pun mengungkap fakta yang terjadi mengenai persoalan data di Desa selama ini. Menurutnya banyak masyarakat yang seharusnya masuk dalam kelompok penerima manfaat, tapi kemudian tidak terdaftar.
“Karena selama ini ada persoalan serius di tingkat desa yaitu residu pemilihan kepala desa. Masih banyak orang yang berhak mendapatkan bantuan, tetapi tidak mendapatkan. Warga yang tidak berhak justru mendapatkan. Insyaallah kolaborasi antara Mendes dan Mensos beserta seluruh jajaran ini akan menghasilkan data yang terbuka,” tuturnya.
Sehingga tidak ada data yang ditutupi di tingkat desa. Setiap desa, di kantor desa, bahkan di tingkat RT/RW, data ini akan dipublikasikan.
(Nadya Kurnia)