sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementrans Optimistis Proyek Galangan Kapal Terpadu di Kepri Dapat Serap 20.000 Tenaga Kerja

News editor Kurnia Nadya
26/05/2026 15:32 WIB
Rencana pengembangan ini adalah bagian dari transformasi kebijakan transmigrasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di wilayah transmigrasi.
Kementrans Optimistis Proyek Galangan Kapal Terpadu di Kepri Dapat Serap 20.000 Tenaga Kerja. (Foto: Kementrans)
Kementrans Optimistis Proyek Galangan Kapal Terpadu di Kepri Dapat Serap 20.000 Tenaga Kerja. (Foto: Kementrans)

IDXChannel—Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah melakukan penilaian rencana investasi besar di sektor industri maritim. Lahan transmigrasi seluas 150 hektare diproyeksikan menjadi kawasan industri galangan kapal

Lahan ini terletak di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Rencana pengembangan ini adalah bagian dari transformasi kebijakan transmigrasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru di wilayah transmigrasi, sekaligus meredam potensi konflik sosial. 

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman menjelaskan bahwa skema pemanfaatan lahan ini mengalami lonjakan efisiensi yang luar biasa. 

Sebelumnya, lahan transmigrasi seluas 150 hektare hanya mampu menyediakan lapangan kerja bagi 75 kepala keluarga, dengan asumsi tiap KK mengelola dua hektare lahan. Kini produktivitas lahan tersebut naik berlipat ganda melalui industrialisasi.

"Sekarang 150 hektare bisa menyediakan lapangan kerja sampai dengan 20.000 tenaga kerja dalam 5 tahun ke depan," ungkap Iftitah dalam Forum Rapat Reno Hasil Penilaian Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta (26/5/2026).

Nilai investasi proyek raksasa ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah dan saat ini proses kalkulasi detailnya sedang difinalisasi. Pemerintah menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) dan pengerjaan industri tahap awal akan dimulai pada 2027 mendatang.

"Bahkan pada 2027 saat groundbreaking, saat pengerjaan industri awal, itu sudah diprediksi 3.000 sampai dengan 4.000 lapangan kerja langsung terbentuk," tambah Iftitah.

Secara teknis, Kementrans mengelola total 3,1 juta hektare Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di seluruh Indonesia. Sekitar 500.000 hektare di antaranya belum dioptimalkan. 

Pemanfaatan sisa lahan potensial inilah yang akan dikejar pemerintah untuk merealisasikan kemandirian ekonomi nasional. Meskipun begitu, pemerintah menegaskan tidak akan menutup diri terhadap masuknya modal swasta. 

Dari total Produk Domestik Bruto (PDB), porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya berkisar antara 12–16 persen, sedangkan 85 persen sisanya digerakkan oleh aktivitas ekonomi murni, termasuk investasi.

Melalui kehadiran industri galangan kapal di Galang, Kementrans berkomitmen untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang terlatih agar resistensi terhadap investasi luar dapat ditekan secara minimal.


(Sheqilla Sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement