"Dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025," katanya.
Sementara itu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan motor listrik bagi BGN pada tahun anggaran 2026.
Purbaya mengungkapkan jika terdapat unit motor yang baru tiba saat ini, hal tersebut merupakan hasil pengadaan dari tahun anggaran sebelumnya yang sudah terlanjur dibayarkan.
"Anggaran tahun lalu mestinya, tahun ini nggak ada. Ya, tahun 2025, tahun ini kita pastiin nggak ada itu, mungkin keburu lewat tuh, abis itu kita berhentiin," kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan dirinya telah melakukan pengecekan kembali dan memastikan pos anggaran untuk kendaraan operasional tersebut telah dipangkas. Namun, dia tidak merinci apakah Presiden Prabowo Subianto mengetahui detail pemotongan anggaran tersebut secara spesifik.
"Kita pantau belakangan jadi dipotong, abis itu dipotong kalau nggak salah. Saya harus nanya Dirjen Anggaran lagi. Saya nggak tahu, yang jelas dipotong," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)