sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Komdigi Pantau Pemulihan Jaringan 200 BTS Usai Gempa Bumi M7,7 di NTT

News editor Yuwantoro Winduajie
15/08/2026 23:04 WIB
Sebanyak 200 base transceiver station (BTS) milik tiga operator seluler mengalami gangguan. BTS yang terdampak tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.
Komdigi Pantau Pemulihan Jaringan 200 BTS Usai Gempa Bumi M7,7 di NTT
Komdigi Pantau Pemulihan Jaringan 200 BTS Usai Gempa Bumi M7,7 di NTT

IDXChannel - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memantau dan mengkoordinasikan pemulihan jaringan telekomunikasi bersama operator seluler setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui dashboard operator, sebanyak 200 base transceiver station (BTS) milik tiga operator seluler mengalami gangguan. BTS yang terdampak tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.

“Sebanyak 16.35 persen BTS diwilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,” kata Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi Wayan Toni Supriyanto di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dari hasil pemantauan sementara, tiga operator seluler, yaitu Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, terkonfirmasi mengalami dampak pada jaringan di sejumlah wilayah.

Pada jaringan Telkomsel, sejumlah BTS mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak. XLsmart juga melaporkan gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa. Sementara itu, Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis.

Selain gangguan pasokan listrik, koordinasi dengan operator telekomunikasi menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi sebagai dampak gempa bumi.

Secara jumlah, site/BTS terdampak paling banyak berada di Kabupaten Sikka sebanyak 51 site/BTS, diikuti Kabupaten Ende sebanyak 31 site/BTS dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 site/BTS.

Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi melalui dashboard monitoring terus memperbarui kondisi jaringan. Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan para penyelenggara telekomunikasi.

“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” kata Wayan.

Kementerian Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana.

Perkembangan kondisi jaringan dan proses pemulihan layanan telekomunikasi akan terus dipantau secara berkala dan diperbarui sesuai situasi di lapangan.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement