sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik TKA Vs TKI, Perusahaan Diminta Kedepankan Dialog Sosial

News editor Iqbal Dwi Purnama
05/02/2023 08:47 WIB
Kemnaker meminta perusahaan untuk mengedepankan dialog sosial jika terjadi konflik antar tenaga kerja yang berbeda kebangsaan.
Konflik TKA Vs TKI, Perusahaan Diminta Kedepankan Dialog Sosial. (Foto: MNC Media)
Konflik TKA Vs TKI, Perusahaan Diminta Kedepankan Dialog Sosial. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta perusahaan untuk mengedepankan dialog sosial jika terjadi konflik antar tenaga kerja yang berbeda kebangsaan.

Hal itu guna menanggapi konflik antara Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang belakangan ramai.

"Agar kejadian serupa tidak terjadi baik di perusahaan bersangkutan maupun perusahaan lainnya, kami meminta semua pihak untuk mengedepankan dialog sosial manakala ada masalah ketenagakerjaan di lingkungan kerjanya," ujar Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3 Kemenaker, Haiyani Rumondang dalam pernyataan tertulisnya, Jakarta, Minggu (5/2/2023).

Sementara itu, pada kasus di PT SAI Apparel Industries, Kemnaker menemukan, dari hasil pemeriksaan juga didapati adanya pelanggaran terhadap pembayaran upah lembur yang terjadi sejak September 2022. 

"Pihak perusahaan sudah menyatakan akan membayar kekurangan upah lembur tersebut, terhitung 5-6 hari sejak hari pemeriksaan," sambungnya.

Menurut Haiyani saat ini pihak TKA India itu sudah meminta maaf kepada korban atas perbuatannya. "Pihak TKA telah meminta maaf dan selanjuntnya akan dipanggil Polres Grobogan. Sementara pekerja menyatakan akan menghormati peraturan perusahaan yang berlaku," pungkas Haiyani.

Sebagai informasi, konflik adu mulut antara petinggi perusahaan yang berkebangsaan India dengan pekerja perempuan asal Indonesia di PT SAI Apparel Idustries di Grobogan, Jawa Tengah. Konflik tersebut diakibatkan karena pekerja perempuan itu tidak terima dengan ulah petinggi perusahaan asal India tersebut. 

Hal itu membuat keduanya adu mulut, hingga terungkap bahwa si pekerja sebetulnya kerap bekerja lembur, namun tidak pernah mendapat bayaran sesuai dengan janji kontrak di awal.

(YNA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement