IDXChannel - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memaksimalkan penggunaan drone presisi dalam Operasi Ketupat 2026 untuk memantau kepadatan arus mudik dan balik secara real time.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, teknologi tersebut akan digunakan untuk mendeteksi titik rawan kemacetan, perlambatan, serta memantau pergeseran arus kendaraan di sejumlah ruas tol dan rest area.
Beberapa titik yang menjadi fokus pemantauan antara lain KM 29, KM 81, serta sepanjang KM 70 hingga KM 414. Selain itu, pengawasan juga dilakukan di rest area serta kawasan rawan seperti Gadog, Malang Raya, dan Bali.
Drone presisi akan memberikan data traffic counting dan gambaran situasi langsung dari udara. Informasi tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), maupun pengalihan arus.
Meski memiliki kemampuan penegakan hukum, Agus menegaskan pendekatan dalam Operasi Ketupat bersifat kemanusiaan.
"Kami tidak bangga melakukan penegakan hukum. Kami menghimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas karena keberhasilan Operasi Ketupat ini juga bergantung pada disiplin pengguna jalan," kata Irjen Agus, Rabu (4/3/2026).
Dia menambahkan, Operasi Ketupat bukan hanya pengamanan jalan, tetapi pengamanan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat agar mudik berjalan aman, lancar, dan masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan selamat.
"Bukan hanya selamat pada saat berangkat tetapi selamat sampai tujuan dan bahagia dengan keluarganya (di kampung), dan selamat pada saat kembalinya itu kita jamin," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)