Budi menjelaskan, operasi senyap ini diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan dari proyek yang diterima Anom. Penerimaan itu diduga berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang hingga dalam jual-beli jabatan.
"Penerimaan yang dilakukan oleh bupati ini tidak hanya soal jual beli jabatan, tapi juga berkaitan dengan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pemalang," lanjut Budi.
Sebagai informasi, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro terjaring operasi tangkap tangan bersama 20 orang lainnya. Rangkaian operasi senyap itu dilakukan di Jakarta, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Purworejo.
Dari 21 orang yang ditangkap, 12 di antaranya kemudian akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. KPK sejauh ini belum menentukan status hukum dari para pihak yang ditangkap.
(Nur Ichsan Yuniarto)