Sehubungan dengan perkembangan tersebut, Dudung mengatakan bahwa Kemlu telah melakukan koordinasi awal dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Termasuk menyiapkan langkah antisipatif seperti penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan.
Dudung pun menegaskan bahwa perwakilan Indonesia juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
Dudung memastikan bahwa bersama sembilan negara yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel ke GSF.
“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina secara hukum humaniter internasional,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)