"Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada 2026. Jumlah SPPG ditingkatkan menjadi 32 ribu unit untuk memperluas cakupan," ujar Qodari.
Qodari menuturkan, program MBG turut melibatkan pelaku usaha dalam negeri. Tercatat ada 94.056 pemasok yang berpartisipasi, termasuk 38.938 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 70 persen pengadaan bahan pangan dalam program ini bersumber dari produk lokal.
Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
"Program ini tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa. Implementasi terus diperkuat melalui pengawasan kualitas dan tata kelola," ujar Qodari.
(Dhera Arizona)