"Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," tuturnya.
Sementara itu, Mu'ti menegaskan bahwa SMK 4 tahun tidak menjadi program wajib bagi semua sekolah SMK. "Oh, enggak wajib," ujar dia.
Mu'ti menjelaskan program SMK 4 tahun mempunya dua skema yakni sekolah yang sejak awal memang didesain dengan kurikulum 4 tahun, seperti SMK Pembangunan di Semarang. "Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," kata dia.
Kedua, skema tambahan satu tahun bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan 3 tahun namun ingin memperdalam kompetensi khusus. "Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun," tuturnya.
"Nah, itu kita berikan skema-skema yang memungkinkan mereka untuk bisa belajar dan dengan kompetensinya bisa bekerja baik di dalam maupun di luar negeri," ujarnya.