Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan bahwa jurusan SMK 4 tahun ini dikhususkan pada apa yang dibutuhkan oleh market. "Karena itu skema kami SMK itu kan ada tiga. Jadi sekarang kita dorong SMK yang dia memang dikembangkan berbasis keunggulan lokal," ujar dia.
"Jadi misalnya daerah-daerah yang penghasil kopi, kita dorong supaya ada SMK yang membuka program tentang perkopian. Berikutnya juga misalnya yang kelautan, perikanan, itu nanti sejalan dengan kebutuhan nasional untuk swasembada," katanya.
Kedua, ada istilah yang dulu dikenal sebagai link and match, tapi sekarang menggunakan pakai istilah tailor made. Jadi ada industri-industri tertentu yang membutuhkan keahlian tertentu dari anak SMK.
"Industri ini yang bermitra dengan kami, sehingga begitu mereka lulus bisa langsung bekerja di perusahaannya. Jadi semacam kontrak awal, sehingga standar pekerjaannya dan sebagainya sudah mengikuti standar industri itu. Kami sudah ada beberapa MoU dengan beberapa perusahaan," katanya.
Ketiga, dirancang untuk kebutuhan negara tertentu. "Jadi misalnya ada SMK yang menyiapkan lulusannya kerja di Korea Selatan. Apa yang dibutuhkan di sana, itu yang disiapkan. Ada juga yang mengembangkan untuk kerja di Arab Saudi atau Jepang dan negara lainnya," katanya.