Selain itu, kadar gula darah juga perlu dijaga agar tidak melebihi 200. Menurutnya, gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, serangan jantung, hingga kebutuhan cuci darah seumur hidup.
"Yang ketiga adalah kolesterol atau lemak darah. Ini juga harus di bawah 200. Kalau lebih jangan anggap enteng, nanti kena serangan jantung," tuturnya.
Budi juga menyoroti masalah obesitas yang dapat menjadi pemicu tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar gula darah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengimbanginya dengan aktivitas fisik secara rutin.
"Karena obesitas itu menyebabkan darah tinggi, menyebabkan gula darah tinggi. Kadang-kadang kita lihat, pak saya senang makan, saya senang makan, enggak apa-apa, tapi harus lari. Lari 5 kilo, 10 kilo. Saya ikut lari maraton jadi walaupun makan masuknya banyak, keluarnya juga masih banyak," ujarnya.
(kunthi fahmar sandy)