sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menkes Sebut 750 Ribu Kematian per Tahun Bisa Dicegah Lewat Cek Kesehatan Gratis

News editor Yuwantoro Winduajie
23/06/2026 11:45 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto
Menkes Sebut 750 Ribu Kematian per Tahun Bisa Dicegah Lewat Cek Kesehatan Gratis (FOTO:iNews Media Group)
Menkes Sebut 750 Ribu Kematian per Tahun Bisa Dicegah Lewat Cek Kesehatan Gratis (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Menurut Budi, stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal merupakan empat penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di Tanah Air. Ia menyebut kematian akibat stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal mencapai sekitar 750.000 kasus setiap tahun dan sebagian besar dapat dicegah melalui deteksi dini.

"Nomor 1, nomor 2, nomor 4 itu sekitar 750.000 kematian setahun bisa dihindari asalkan semua buruh, semua wartawan, masyarakat itu mengikuti programnya Pak Presiden Prabowo, cek kesehatan gratis," kata Budi saat menghadiri puncak bakti kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Sespolwan Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Budi mengatakan masyarakat cukup memperhatikan empat indikator kesehatan utama, yakni tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan obesitas.

Ia menjelaskan tekanan darah ideal berada di bawah 120/80. Jika hasil pemeriksaan melebihi angka tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Selain itu, kadar gula darah juga perlu dijaga agar tidak melebihi 200. Menurutnya, gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, serangan jantung, hingga kebutuhan cuci darah seumur hidup.

"Yang ketiga adalah kolesterol atau lemak darah. Ini juga harus di bawah 200. Kalau lebih jangan anggap enteng, nanti kena serangan jantung," tuturnya.

Budi juga menyoroti masalah obesitas yang dapat menjadi pemicu tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar gula darah. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengimbanginya dengan aktivitas fisik secara rutin.

"Karena obesitas itu menyebabkan darah tinggi, menyebabkan gula darah tinggi. Kadang-kadang kita lihat, pak saya senang makan, saya senang makan, enggak apa-apa, tapi harus lari. Lari 5 kilo, 10 kilo. Saya ikut lari maraton jadi walaupun makan masuknya banyak, keluarnya juga masih banyak," ujarnya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement