Sementara itu, Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menjelaskan agenda pertemuan akan terbagi dalam beberapa sesi pembahasan utama.
Pada hari pertama, para menteri akan membahas isu global dan kawasan. Selanjutnya, pembahasan akan berfokus pada penguatan ketahanan dan inovasi antarnegara anggota.
Adapun pada 15 Mei 2026, agenda pertemuan akan membahas isu tata kelola global atau global governance.
“Pak Menlu secara garis besar nanti akan menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS,” ujar Yvonne.
Ia menambahkan, Indonesia juga akan mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian serta menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional.