Gus Ipul menambahkan bahwa pemilihan lokasi sudah melalui tahap penelitian yang mendalam.
“Nah tanah-tanah yang sudah clear and clean dengan satu apa ya penelitian yang ketat dan cermat oleh kementerian PU dan kami mendampingi, ditetapkanlah sejumlah titik yang memang benar-benar bisa dimulai pembangunannya,” katanya.
Meski secara administratif lahan di Temanggung dan Wonosobo sudah dianggap memenuhi syarat (clear and clean), namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya dinamika sosial dengan warga setempat.
“Nah ada beberapa titik tadi disebut Wonosobo dan Temanggung, dari sisi tanah sudah clear and clean tetapi khusus di Temanggung tanahnya masih ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat. Ya dengan masyarakat setempat yang belum bisa ada titik temu dengan Pak Bupati sehingga pembangunannya terhambat sampai sekarang,” kata Gus Ipul.
Berbeda dengan Temanggung yang pembangunannya masih macet total, proyek di Wonosobo dikabarkan sudah mulai menunjukkan progres meskipun belum sepenuhnya lancar.
“Sementara Wonosobo itu bisa dibangun sebagian tapi sebagian lagi masih bermasalah yang insyaallah dalam beberapa waktu ke depan saya dapat informasi bisa diselesaikan. Tetapi pembangunannya sudah mulai berjalan kalau yang di Wonosobo. Tapi khusus di Temanggung sama sekali belum bisa berjalan karena masih ada permasalahan dengan warga setempat,” katanya.
Gus Ipul menyerahkan proses penyelesaian masalah ini kepada kepala daerah setempat melalui jalur musyawarah. Sehingga, pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah ini bisa berjalan dengan baik.
“Tentu ini kami akan menunggu Pak Bupati bagaimana bisa musyawarah dengan baik dengan warga yang kebetulan berada di lahan yang telah dinyatakan clear and clean tersebut. Itu yang pertama,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)