Itulah yang mendasari dirinya batal berkunjung ke Amerika Serikat. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu dirinya di Kementerian Pekerjaan Umum. Menurutnya, sebagai menteri, dirinya sudah sepatutnya untuk memprioritaskan hal tersebut dibandingkan dengan kunjungan ke Amerika Serikat.
“Ini yang sebetulnya mendasari saya, percuma juga saya nggak akan bisa pergi juga dengan begitu banyak masalah di kepala saya. Dan saya sebagai Menteri Pekerjaan Umum ya pasti akan lebih mengutamakan urusan dalam negeri lah daripada urusan saya pergi ke luar negeri, kira-kira begitu,” ungkap Dody.
Di sisi lain, ia mengaku bingung atas tudingan yang menyebut dirinya menggunakan anggaran negara untuk keperluan keluarga. Ia menegaskan bahwa pencantuman nama istri dan anaknya murni hanya untuk kelengkapan administratif dalam pembuatan visa.
Terlebih, Dody mengungkapkan bahwa namanya sendiri bahkan tidak tercantum sebagai peserta kunjungan yang dibiayai oleh APBN. Hal itu ia ketahui setelah Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, menyertakan daftar nama peserta dalam surat susulan kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Itu kan proses permintaan visa saja. Cuma saya juga agak bingung kenapa kemudian saya dituduh memakai anggaran negara? Karena saya sempat baca Pak Sekjen itu bersurat lagi ke Pak Mensesneg, nama-nama orang yang dibiayai oleh APBN atas perjalanan itu, nama saya pun enggak ada. Ada beberapa orang, semua ASN-nya PU, nama saya pun enggak ada di situ," tutur dia.