Menurutnya, hujan menjadi faktor penting dalam upaya penanganan Karhutla. Karena itu, potensi awan hujan yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk membantu tim di lapangan.
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan. Sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” tuturnya
Di sisi lain, dia juga meminta dukungan operasional agar pelaksanaan OMC tidak terkendala. Ia meminta agar pihak Bandara di Riau tetap beroperasi saat malam hari bila awan hujan berada di malam hari.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC,” tuturnya.
Menhut menegaskan potensi awan hujan yang tersedia harus dimaksimalkan untuk membantu penanganan Karhutla. “Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan,” kata dia.
(kunthi fahmar sandy)