Pusat kendali tersebut telah dilengkapi teknologi pemantauan visual serta didukung pemanfaatan machine learning dan artificial intelligence (AI) untuk membaca pola pergerakan lalu lintas dari waktu ke waktu.
Analisis tersebut menjadi dasar bagi Jasa Marga dalam menerapkan rekayasa lalu lintas secara lebih responsif dan efektif. “Untuk mengantisipasi peningkatan lalu lintas tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi operasional layanan Lebaran 2026 yang mencakup pengoperasian jalur fungsional, penguatan armada layanan operasional, optimalisasi teknologi pemantauan lalu lintas, peningkatan kesiapan infrastruktur jalan tol, hingga peningkatan layanan di rest area," ujar Rivan.
Dari sisi teknologi layanan, Jasa Marga juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi Travoy oleh pengguna jalan. Sebagai bagian dari upaya mendukung distribusi lalu lintas, Jasa Marga menyiapkan empat jalur fungsional di sejumlah ruas tol, yaitu:
- Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Sadang–Setu) sepanjang 52 km
- Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km
- Jalan Tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 12,225 km
- Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (Probolinggo–Situbondo Barat) sepanjang 49,68 km
Untuk mendukung pelayanan selama periode Lebaran, Jasa Marga juga menyiagakan berbagai armada layanan jalan tol, antara lain 124 unit mobile customer service (MCS), 55 ambulans, 37 kendaraan rescue, 199 unit derek, serta 101 kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) yang dilengkapi lima tim urai kepadatan lalu lintas.