"645 yang sudah ada SK SPPG-nya, sudah ada BA verfal-nya, sudah ada penetapan ke-SPPG-an, sudah ada eh VA virtual account-nya, dan sudah ada relawannya. Seharusnya sudah bisa berjalan," tuturnya.
Ia meminta BGN tak membuat kebijakan yang merugikan investor dapur MBG. Padahal, kata dia, butuh dana segar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk membangun satu dapur. Ia pun menuntut BGN untuk mengembalikan modal pembangunan dapur MBG.
"Satu dapur itu, itu diperkirakan Rp1,5 miliar sampai Rp2 miliar. Bayangkan kalau dia 6.000 dapur. Berapa kerugian kami? Gitu, lho. Kami tidak menuntut banyak. Kalau memang ini sulit untuk negara, kembalikan saja dana kami, enggak usah kami melaksanakan ini lah, biar negara yang menjalankan," ujar Herwil.
(Nadya Kurnia)