Dia menyampaikan, kinerja manufaktur nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku industri yang terus memperkuat kegiatan produksinya di Indonesia. Salah satunya adalah Shell, yang kembali menunjukkan komitmennya melalui penguatan basis manufaktur di Marunda.
Dari sisi bisnis, penguatan produksi grease membuka peluang bagi pengembangan industri pendukung, baik melalui peningkatan kapasitas produksi mau pun hubungan usaha dengan sektor pengguna.
Perkembangan ini juga perlu dilihat dari kemampuan produsen untuk memenuhi kebutuhan pasar secara konsisten dan kompetitif.
Melalui peresmian pabrik manufaktur gemuk Shell, Menperin berharap peluncuran produk grease Shell, industri pelumas Indonesia dapat memenuhi kebutuhan grease manufaktur dalam dalam negeri sekaligus berkembang membuka ruang ekspor ke luar negeri yang menciptakan nilai tambah bagi Indonesia.
(Birru Aisyah)