IDXChannel—Penggunaan masker sering dianjurkan untuk melindungi saluran pernapasan ketika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seperti yang saat ini tengah terjadi di wilayah Kalimantan, Kementerian Kesehatan RI kemudian memfokuskan penggunaan masker untuk menurunkan potensi ISPA bagu masyarakat di Kalimantan.
Dokter Spesialis Paru MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Linda Masniari, Sp.P (K), Onk. T., FISR, mengatakan masker memang dapat mengurangi paparan, tetapi tidak dapat menangkal asap hingga 100 persen.
Salah satu yang direkomendasikan untuk menangkal asap karhutla ini adalah masker N95 seperti yang sering digunakan pada masa pandemi Covid-19.
“Sebenarnya kalau untuk menangkal 100 persen enggak bisa, tetapi paling enggak ada sedikit pengurangan. Kalau misalnya mau itu paling pakai masker waktu kita COVID dulu, pakai masker N95,” ujar dr Linda saat ditemui di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi pada Selasa (1/9/2026).