Lebih lanjut, Sony menjelaskan, basis data yang digunakan saat ini merupakan hasil dari pendataan awal yang dilakukan pada rentang Mei-Juli 2024. Pada periode tersebut, proses pengumpulan data melibatkan personel Babinsa dan dilakukan secara berjenjang hingga tingkat Kodam sebelum akhirnya diserahkan kepada tim persiapan pelaksanaan program MBG.
Sony juga mengakui pada fase awal pendataan, BGN masih menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya. Selain belum adanya dukungan anggaran operasional yang mencukupi, jumlah personel BGN saat itu masih sangat terbatas, sehingga koordinasi formal antarinstansi belum dapat berjalan secara optimal.
Meski demikian, melalui penguatan kolaborasi antarkementerian serta partisipasi aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat, BGN optimistis proses validasi ini bakal menghasilkan basis data yang jauh lebih akurat hingga level desa dan kelurahan.
Keakuratan data ini dipandang sebagai fondasi krusial untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh target sasaran secara tepat, adil, dan berkelanjutan.
(Dhera Arizona)