Dengan hal tersebut, artinya kebutuhan LPG dalam negeri masih bergantung pada kebutuhan impor.
"Kebutuhan gas kita untuk memasak itu satu tahun 5 juta metrik ton, tetapi produksi dalam negeri adalah 1,4 juta ton ya kalau ini kita bicara LPG. Artinya yang bisa dipenuhi hanya sekitar 30 persen, kurang dan karena itu sisanya diimpor," katanya.
Qodari menegaskan, Jargas menggunakan gas bumi, yang tentunya sangat berbeda dengan LPG. Dia pun memastikan ketersediaan gas bumi dalam negeri cukup melimpah.
"Gas bumi ini adalah metana dan etana, sementara LPG adalah propana dan butana," kata dia.
(Dhera Arizona)