"Kita berharap transmigrasi akan dapat mempercepat untuk proses perubahan pendapatan masyarakat dan program transmigrasi bukan hanya sekadar perpindahan penduduk, tapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional," ujarnya.
Lebih lanjut Wamen Viva menyebut dari 75 peserta yang mengikuti pelatihan kali ini, terdapat lima anggota aktif TNI Angkatan Darat (AD), termasuk Komandan Rayon Militer (Danramil) Poso, yang turut menjadi calon transmigran.
Menurutnya, keikutsertaan aparat militer dan kepolisian dalam program transmigrasi menjadi contoh positif dalam menjaga keragaman budaya dan memperkuat persatuan nasional.
"Jadi program ini telah menerima warga dari militer dan nanti dari Kepolisian juga akan ada. Dan ini bagus untuk tetap menjaga keragaman budaya dan menjaga NKRI, karena ini menjadi bagian dari produk program transmigrasi untuk peningkatan kesejahteraan bersama," ucapnya.
(Rahmat Fiansyah)