sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Prioritaskan Selesaikan Utang KCIC sebelum Bangun Jalur Surabaya

News editor Binti Mufarida
11/03/2026 16:04 WIB
Pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani.
Pemerintah Prioritaskan Selesaikan Utang KCIC sebelum Bangun Jalur Surabaya
Pemerintah Prioritaskan Selesaikan Utang KCIC sebelum Bangun Jalur Surabaya

IDXChannel - Pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebelum melanjutkan rencana pembangunan jalur kereta cepat hingga Surabaya, Jawa Timur.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, proses tersebut berjalan paralel dengan langkah awal restrukturisasi keuangan KCIC.

Pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta pemangku kepentingan lainnya.

"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata AHY di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).

"Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya," lanjutnya. 

Menurut AHY, rencana perpanjangan jalur kereta cepat tersebut masih terus dikaji bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar manfaatnya lebih efektif bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, jalur yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta cepat lebih optimal. Dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, manfaatnya akan lebih terasa jika jarak tempuh mencapai 600 hingga 800 kilometer.

"Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek," kata AHY.

"Karena begitu puncak kecepatan, setelah itu dia harus slow down lagi, harus mengurangi kecepatan karena persiapan berhenti di stasiun berikutnya," kata dia.

AHY menilai perpanjangan jalur kereta cepat berpotensi menjadi lompatan besar dalam pembangunan nasional. Jika perjalanan Jakarta–Surabaya dapat ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kereta cepat, hal tersebut diyakini akan mengubah peta pembangunan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui.

"Jadi logikanya di sana, tetapi mengapa ini dikembangkan terus karena akan menjadi game changer, Pak ya, kalau bisa dikatakan kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement