"Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat," katanya.
Secara wilayah, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pengguna internet nasional dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95 persen dan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen.
Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6,20 persen, Sumatera sebesar 78,24 persen dan kontribusi pengguna sebesar 20,74 persen.
Kemudian, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 78,14 persen dan kontribusi pengguna sebesar 5,26 persen, Sulawesi sebesar 72,58 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6,62 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 69,74 persen dan kontribusi pengguna sebesar 2,94 persen.
Data ini, kata dia, menunjukkan bahwa pemerataan akses internet terus mengalami perkembangan, meskipun masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah yang perlu menjadi perhatian bersama.
Dari sisi demografi, penetrasi internet pada laki-laki tercatat sebesar 83,95 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 50,03 persen, sedangkan perempuan sebesar 79,79 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 49,97 persen. Arif menuturkan, data ini menunjukkan bahwa kesenjangan gender dalam akses internet semakin kecil.
Sementara, berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok Gen Z sebesar 89,02 persen dan Milenial sebesar 90,34 persen, yang menunjukkan dominasi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.
Dia berharap hasil survei ini dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah, pelaku industri internet, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 dilakukan APJII bekerja sama dengan lembaga survei independen dan dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia untuk memperoleh gambaran kondisi internet nasional secara komprehensif.
“Semoga hasil survei kali ini tentunya berguna bukan hanya untuk APJII, tapi untuk rekan-rekan anggota APJII dan seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkannya,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)