“Jika AS bersikeras untuk memberlakukan tindakan-tindakan pembatasan baru terhadap China, China akan mengambil tindakan balasan lebih lanjut," kata juru bicara kementerian itu.
Selama kurang lebih dua minggu terakhir, pemerintahan Trump telah melarang impor robotika canggih dan konverter daya (sebagian besar diproduksi di China); memberikan sanksi kepada perusahaan pelayaran China yang diduga mengangkut bahan bakar Iran; dan memasukkan lebih dari 40 perusahaan China ke dalam daftar hitam. Washington juga mengancam akan memberikan sanksi kepada perusahaan kecerdasan buatan (AI) China.
China juga termasuk di antara puluhan negara yang dikenai tarif 10 persen atau 12,5 persen oleh Washington bulan lalu karena diduga gagal mengekang praktik kerja paksa. (Wahyu Dwi Anggoro