Umat diajak mengontrol diri, memperbaiki sikap, sekaligus membersihkan batin.
“Angkara murka itu timbul karena nafsu dan emosi. Maka melalui Thaipusam, umat diajak untuk lebih mengontrol diri, memperbaiki sikap, dan membersihkan batin,” jelasnya.
Dalam perayaan Thaipusam, umat melakukan pembersihan diri dengan berpuasa dan melakukan ritual tententu. Tradisi ini dilakukan sekaligus untuk mengendalikan diri, bukan sekedar rutinitas semata.
“Ada ritual seperti menahan bicara, puasa, bahkan simbol menusuk lidah. Itu bukan untuk menyakiti diri, tapi melambangkan pengendalian diri, menahan ucapan yang tidak baik dan menahan nafsu,” tambahnya.
Menurutnya, inti dari seluruh rangkaian Thaipusam adalah kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kita, umat Hindu baik umat Hindu India maupun masyarakat Indonesia secara umum bisa menjadi lebih baik setiap tahunnya. Kalau manusianya lebih baik, negaranya juga akan menjadi lebih baik,” katanya.