Rekam jejak Indonesia dalam penilaian bersama tingkat global juga dipaparkan, termasuk keterlibatan dalam ASEAN Joint Assessment serta kolaborasi intensif bersama WHO dan European Medicines Agency (EMA).
Taruna menegaskan, harmonisasi regulasi dan pembagian kerja (work sharing) terbukti efektif memangkas duplikasi proses penilaian, menghemat sumber daya otoritas, dan mempercepat distribusi produk kesehatan inovatif ke publik.
Lebih lanjut, dalam forum itu ia juga menggarisbawahi bahwa transparansi proses ilmiah, pertukaran laporan penilaian, peningkatan kapasitas asesor, hingga inspeksi bersama menjadi pilar utama dalam membangun kepercayaan antarlebaga.
“Kepercayaan merupakan pondasi utama dalam mewujudkan mekanisme work sharing, reliance, maupun mutual recognition yang efektif dengan tetap menghormati kedaulatan setiap otoritas regulator dalam menetapkan keputusan akhirnya,” ucap Taruna.
Sebagai langkah konkret dari pertemuan dua hari tersebut, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung dalam proyek percontohan penilaian ilmiah bersama atau joint scientific assessment.