Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) mengerek imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.
Terlepas dari tekanan jual akhir-akhir ini, tren kenaikan jangka panjang emas tetap solid, dengan harga rata-rata USD4.056,59 per ons pada kuartal lalu, turun delapan persen dari kuartal sebelumnya tetapi naik 37 persen dari tahun lalu.
WCG mengatakan, permintaan investasi akan tetap menjadi pendorong utama pasar emas hingga paruh kedua tahun ini, dengan investor Asia dan pembelian OTC diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting. (Wahyu Dwi Anggoro)