IDXChannel - Total permintaan emas global mencapai 2.522 ton pada semester pertama 2026, naik sekitar dua persen dari periode yang sama tahun lalu.
Menurut laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council (WGC), nilai permintaan emas global pada paruh pertama 2026 mencapai USD380 miliar atau sekitar Rp6.800 triliun.
Pada kuartal II-2026 saja, total permintaan emas, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.269 ton, serupa dengan tahun lalu.
Dilansir dari Kitco News pada Jumat (31/7/2026), pasar emas dunia mengalami tekanan jual yang signifikan pada kuartal II-2026.
Perang di Iran menciptakan krisis energi global, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memaksa bank sentral untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) mengerek imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.
Terlepas dari tekanan jual akhir-akhir ini, tren kenaikan jangka panjang emas tetap solid, dengan harga rata-rata USD4.056,59 per ons pada kuartal lalu, turun delapan persen dari kuartal sebelumnya tetapi naik 37 persen dari tahun lalu.
WCG mengatakan, permintaan investasi akan tetap menjadi pendorong utama pasar emas hingga paruh kedua tahun ini, dengan investor Asia dan pembelian OTC diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting. (Wahyu Dwi Anggoro)