BAT mengalihkan fokusnya ke alternatif rokok seperti vape Vuse dan kantong nikotin Velo untuk mendorong pertumbuhan, tetapi penjualan dan margin keuntungannya lesu dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan saat ini mempekerjakan sekitar 47.000 orang secara global.
Penjualan di AS - pasar terbesarnya - juga terpukul oleh kenaikan biaya hidup, yang membuat perokok beralih ke merek yang lebih murah.
Selain itu, perusahaan ini juga berjuang melawan kenaikan bea masuk dan peraturan yang lebih ketat di beberapa pasar.
Regulator Amerika telah mengambil sikap keras dalam menyetujui lisensi untuk produk baru seperti vape. BAT mengatakan bahwa hal ini telah memicu masuknya produk ilegal dari China, yang kemudian menekan penjualan dan pangsa pasarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)