sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pidato di WEF Davos, Prabowo Sebut MBG Segera Salip Produksi Harian McDonalds

News editor Tangguh Yudha
23/01/2026 10:32 WIB
Prabowo mengungkapkan MBG yang dijalankan Pemerintah Indonesia akan segera melampaui produksi harian restoran cepat saji McDonalds.
Pidato di WEF Davos, Prabowo Sebut MBG Segera Salip Produksi Harian McDonalds . (Foto: BPMI Setpres)
Pidato di WEF Davos, Prabowo Sebut MBG Segera Salip Produksi Harian McDonalds . (Foto: BPMI Setpres)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Indonesia akan segera melampaui produksi harian restoran cepat saji McDonalds. 

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Semula, Prabowo menjelaskan program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025 dengan sasaran ibu hamil dan menyusui, bayi, serta seluruh anak Indonesia. Pada hari pertama pelaksanaan, program tersebut dijalankan melalui 190 dapur yang memproduksi sekitar 570.000 porsi makanan per hari.

Kemudian setelah setahun berjalan, MBG telah memiliki 21.102 dapur dengan produksi 59,8 juta porsi makanan setiap hari. Ia menyebutkan, dalam waktu dekat, produksi harian program MBG diproyeksikan menembus 68 juta porsi per hari, melampaui kapasitas produksi harian McDonald’s secara global.

"Untuk memberi gambaran, dalam waktu sekitar satu bulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s: 68 juta porsi per hari. Kami memulai pada Januari tahun lalu. Tahun ini, target kami adalah melayani 82,9 juta porsi makanan per hari," ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, bagi ibu hamil dan menyusui serta lansia yang hidup sendiri, makanan diantarkan langsung ke rumah setiap hari. Menurutnya, skala program ini jauh melampaui pencapaian industri makanan global dalam waktu yang relatif singkat.

"Sebagai perbandingan, McDonald’s memulai dapur pertamanya pada tahun 1940. Untuk mencapai 68 juta porsi per hari, mereka membutuhkan sekitar 55 tahun. Kami akan mencapai 82,9 juta. Saya berharap pada akhir Desember 2026, bahkan mungkin lebih cepat," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement