sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Di Forum WEF Davos, Prabowo Sebut Indonesia Tutup 1.000 Tambang Ilegal

News editor Rahmat Fiansyah
23/01/2026 07:07 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam melawan berbagai praktik ekonomi dan bisnis ilegal.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam melawan berbagai praktik ekonomi dan bisnis ilegal. (Foto: Dok. Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam melawan berbagai praktik ekonomi dan bisnis ilegal. (Foto: Dok. Setpres)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam melawan berbagai praktik ekonomi dan bisnis ilegal. Hal itu disampaikan Kepala Negara di hadapan para pemimpin dunia dan CEO di World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Prabowo mengatakan, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah konkret untuk memberantas praktis ilegal mulai dari korupsi hingga penindakan terhadap aktivitas penambangan ilegal. Dia bahkan menyebut, negara telah menutup banyak tambang-tambang ilegal yang merupakan keputusan paling berani dalam sejarah Indonesia di sektor sumber daya alam (SDA).

“Hingga saat ini, kami telah menutup 1.000 tambang ilegal. Namun, laporan dari jajaran saya menunjukkan masih ada setidaknya 1.000 tambang ilegal lainnya,” ujarnya.

Prabowo memaparkan di usia pemerintahannya yang baru satu tahun, jajarannya berhasil menyita 4 juta hektare (ha) perkebunan dan tambang ilegal. Ia juga menyebut telah mencabut izin 28 perusahaan yang menguasai 1,01 juta ha lahan karena terbukti melanggar hukum dengan membuka perkebunan di kawasan hutan lindung.

“Jika digabungkan dengan 4 juta ha lahan ilegal yang telah disita sebelumnya, pada hakikatnya kami telah menjalankan penegakan hukum di bidang kehutanan yang paling berani dan paling tegas dalam sejarah Indonesia,” katanya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement