sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pilot Malaysia yang Selundupkan Narkoba Positif Sabu saat Terbangkan Pesawat ke Indonesia

News editor Rohman Wibowo
31/07/2026 13:47 WIB
MS diketahui menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur–Soekarno Hatta dalam kondisi positif narkoba jenis sabu.
Pilot Malaysia yang Selundupkan Narkoba Positif Sabu saat Terbangkan Pesawat ke Indonesia
Pilot Malaysia yang Selundupkan Narkoba Positif Sabu saat Terbangkan Pesawat ke Indonesia

Tersangka diduga memanfaatkan posisinya sebagai awak kabin demi mengelabui sistem pengawasan di area kedatangan bandara. Hengky menegaskan soal perlakuan terhadap jalur khusus bagi kru pesawat udara tetap dibarengi dengan mekanisme pengawasan ketat.

"Kalau pertanyaannya kenapa pilot berani menyelundupkan narkoba, karena mungkin yang bersangkutan merasa kalau pilot mendapatkan jalur khusus. Dan memang ada jalur khusus yang buat crew dan buat pilot. Tapi pengawasan yang kami lakukan tetap sama," kata Hengky.

Penyidikan kasus penyelundupan ini langsung ditangani oleh Bareskrim Polri melalui rangkaian pengujian laboratorium forensik dan gelar perkara. Dari hasil pengujian sampel, barang bukti pil ekstasi yang dibawa tersangka diketahui dikemas dalam berbagai bungkusan berlogo merek.

"Jelas terbukti bahwa tersangka melakukan tindak pidana narkotika. Untuk itu, kepada saudara MS, kita tetapkan menjadi tersangka," kata Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Awaludin Amin.

Pemeriksaan mendalam turut menguatkan dugaan keterlibatan tersangka dalam jaringan narkotika internasional. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), MS mengaku telah tiga kali membawa narkoba ke wilayah Indonesia, yakni dua kali mendarat di Jakarta dan satu kali di kawasan lain.

Hasil interogasi awal juga menunjukkan bahwa tersangka mengaku diminta oleh seseorang untuk membawa narkotika tersebut ke Jakarta dengan imbalan sebesar 50.000 Ringgit Malaysia. 

Temuan adanya pilot yang menerbangkan pesawat berpenumpang di bawah pengaruh narkoba ini direspons pula oleh otoritas penerbangan sipil. Kementerian Perhubungan bakal mengambil langkah koordinasi.

"Jadi kami di sini akan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Malaysia. Karena ini penting berurusan membawa penumpang, dan sangat membahayakan. Mungkin nanti saat koordinasi dengan pihak Malaysia akan ada pembicaraan tentang punishment terkait agar hal ini tidak terjadi lagi," kata Kasubdit Penegak Hukum Penerbangan Kementerian Perhubungan, Dodi Dharma Cahyadin.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement