sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pipa Minyak Arab Saudi Diserang Drone, Pasokan Eropa Hadapi Ancaman

News editor Nia Deviyana
16/09/2026 09:22 WIB
Arab Saudi memangkas pengiriman minyak ke Eropa setelah serangan drone merusak jalur pipa ekspor utama ke Laut Merah.
Pipa Minyak Arab Saudi Diserang Drone, Pasokan Eropa Hadapi Ancaman. Foto: Freepik.
Pipa Minyak Arab Saudi Diserang Drone, Pasokan Eropa Hadapi Ancaman. Foto: Freepik.

IDXChannel - Arab Saudi memangkas pengiriman minyak ke Eropa setelah serangan drone merusak jalur pipa ekspor utama ke Laut Merah. Sejumlah sumber perdagangan mengatakan kepada Reuters, kondisi ini mendorong pelanggan utama seperti Polandia untuk segera mencari pasokan alternatif ketika harga kargo minyak menembus USD120 per barel.

Serangan tersebut, yang dituding Arab Saudi dilakukan oleh milisi Irak, memaksa kerajaan itu menutup pipa minyak East-West pada Jumat. Pipa tersebut selama ini membantu Arab Saudi terhindar dari dampak terburuk penutupan Selat Hormuz dalam enam bulan terakhir.

Sumber perdagangan dan pengiriman minyak mengatakan bahwa Arab Saudi telah memberi tahu pelanggan Eropa bahwa sejumlah kargo minyak mentah yang dijadwalkan dimuat pada September akan dibatalkan. Pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah juga telah dihentikan.

Perusahaan minyak negara Saudi Aramco menolak berkomentar.

Penurunan aliran minyak Arab Saudi melalui Laut Merah akan mendorong negara tersebut untuk berupaya meningkatkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz menggunakan apa yang disebut sebagai pengiriman gelap (dark shipments), serupa dengan yang telah dilakukan Uni Emirat Arab dan Irak, menurut sumber perdagangan.

Pengiriman tersebut memungkinkan produsen minyak Teluk mengekspor sekitar 7 juta hingga 9 juta barel per hari, atau sekitar 30% hingga 40% dari volume sebelum perang.

Gangguan pasokan tersebut menopang harga minyak. Kontrak berjangka minyak Brent diperdagangkan di sekitar USD108 per barel, sementara harga kargo di pasar fisik Eropa bahkan lebih tinggi. Harga patokan utama, dated Brent, berada di sekitar USD122 per barel, berdasarkan data LSEG.

Arab Saudi memuat 22 juta barel minyak melalui 12 kapal di Ras Tanura/Juaymah pada pekan 7-13 September. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hanya 6-7 kapal per pekan dalam tiga pekan sebelumnya, berdasarkan data Vortexa.

Reuters belum dapat segera memastikan berapa banyak kargo ke Eropa yang akan dibatalkan atau berapa lama pemuatan di Yanbu akan dihentikan.

ORLEN POLANDIA BERGEGAS MENCARI PASOKAN ALTERNATIF

Perusahaan minyak terintegrasi Polandia, Orlen, tengah bergegas mencari kargo minyak mentah dari Laut Utara dan wilayah lainnya untuk menggantikan pasokan minyak Arab Saudi yang terganggu, menurut lima sumber industri.

Aramco menjadi pemasok utama Orlen sejak 2022 dan kini memasok sekitar 40% kebutuhan minyak perusahaan tersebut. Kondisi ini membantu Orlen mengurangi ketergantungannya terhadap minyak Rusia, tetapi sekaligus membuat perusahaan bergantung pada produsen minyak Arab Saudi.

Orlen menolak berkomentar mengenai rincian transaksi komersial tertentu. Namun, perusahaan mengatakan bahwa mereka secara aktif mengelola portofolio pasokan untuk memastikan operasional fasilitas pengolahan minyak tetap berjalan tanpa gangguan.

“Menyesuaikan dan mengoptimalkan volume pembelian merupakan bagian standar dan berkelanjutan dari operasional Grup Orlen, yang didorong oleh kebutuhan produksi saat ini serta perubahan kondisi pasar,” kata juru bicara Orlen kepada Reuters.

Orlen membeli beberapa kargo minyak mentah melalui tender spot pada Jumat dan Senin, menurut sumber. Perusahaan tersebut membeli minyak mentah dari Laut Utara, termasuk jenis Grane, Johan Sverdrup, dan Johan Castberg, menurut dua sumber.

Orlen juga mengikuti tender untuk jenis minyak dari wilayah yang lebih jauh, termasuk WTI Midland asal Amerika Serikat dan CPC Blend asal Kazakhstan, kata dua sumber lainnya.

Pada Selasa, Orlen kembali menggelar tender untuk membeli minyak mentah dari Laut Utara atau Aljazair untuk pengiriman Oktober serta minyak mentah Guyana untuk pengiriman November, menurut seorang trader. Namun, hasil tender tersebut belum banyak diketahui.

Orlen dan anak-anak perusahaannya mengoperasikan kilang minyak di Polandia, Lithuania, dan Republik Ceko.

Pelabuhan Gdansk di Polandia menerima sekitar 160.000 barel minyak mentah Arab Saudi per hari sepanjang tahun ini hingga saat ini, sementara pelabuhan Butinge di Lithuania menerima sekitar 63.000 barel per hari, berdasarkan data perusahaan analitik Kpler.

Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai tender tersebut, dan hasilnya belum dapat dikonfirmasi secara langsung kepada pihak-pihak yang terlibat.

Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa pengiriman bahan baku ke kilang-kilang Orlen tetap berlangsung tanpa gangguan.


(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement