Polisi turut mengamankan dua unit baterai lithium Huawei 100 Ah hasil pencurian di Tajinan, beserta dua sepeda motor yang digunakan para pelaku. Selain itu, disita sejumlah alat yang dipakai untuk membobol pengaman tower, seperti linggis, gunting, palu, obeng, kunci inggris, kunci pipa, dan peralatan lainnya.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku diketahui bukan memiliki latar belakang sebagai teknisi tower. Mereka merupakan pekerja serabutan dan kuli bangunan yang kemudian berulang kali melakukan pencurian setelah mengetahui baterai tower mudah diambil dan dapat dijual.
"Mereka berlatar belakang pekerja serabutan dan kuli bangunan. Setelah mengetahui baterai ini mudah diambil dengan risiko relatif rendah dan bisa dijual, mereka kemudian mengulangi aksinya di berbagai lokasi," katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)