sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

PPATK Catat Deposito Judol Tembus Rp1,02 Triliun di Momen Piala Dunia

News editor Jonathan Simanjuntak
05/08/2026 09:44 WIB
PPATK mencatat deposit judol setara Rp1,02 triliun selama momen Piala Dunia 2026. Angka tersebut berasal dari 6 juta transaksi.
PPATK  Catat Deposito Judol Tembus Rp1,02 Triliun di Momen Piala Dunia. (Foto: iNews Media Group)
PPATK Catat Deposito Judol Tembus Rp1,02 Triliun di Momen Piala Dunia. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat momentum Piala Dunia 2026 dimanfaatkan jaringan judi online (Judol). Pada momen satu bulan itu, deposit judol setara Rp1,02 triliun.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan Rp1 triliun itu tercatat dalam 6.001.352 transaksi. Terhadap aktivitas tersebut, PPATK melakukan penghentian sementara transaksi pada 2.815 rekening dengan total saldo mencapai Rp325,43 miliar.

"Temuan lebih dari 6 juta transaksi terkait Piala Dunia dalam satu bulan menunjukkan betapa cepat jaringan judi online memanfaatkan perhatian publik," ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Ivan menjelaskan jaringan judi online beradaptasi dengan memecah transaksi ke dalam nominal yang relatif kecil. Karena itu, jelas dia, frekuensinya menjadi lebih tinggi.

Menurut dia, peningkatan jumlah transaksi perlu dipahami sebagai kombinasi antara perubahan pola pelaku dan semakin baiknya kemampuan sistem keuangan dalam menangkap aktivitas mencurigakan.

"Pada saat yang sama, peningkatan frekuensi transaksi juga memperlihatkan bahwa kemampuan deteksi kita semakin baik, sehingga sekecil apa pun transaksi mencurigakan yang melalui sistem keuangan semakin dapat dikenali, ungkap Kepala PPATK,

Lebih jauh, temuan transaksi tersebut merupakan bagian dari hasil analisis transaksi perjudian online selama semester I-2026. Pada periode Januari–Juni 2026, nilai perputaran dana judi online mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi. 

Sementara itu, nilai deposit tercatat sebesar Rp22,05 triliun dalam 226,76 juta transaksi melalui rekening bank, dompet elektronik, dan QRIS.

"Dibandingkan semester I-2025, nilai perputaran dana judi online pada semester I-2026 turun sekitar 12,9 persen, dari Rp99,68 triliun menjadi Rp86,82 triliun," lanjut dia.

PPATK mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan pertandingan olahraga sebagai sarana taruhan, tidak mengakses maupun menyebarluaskan promosi judi online, serta tidak menyerahkan rekening, identitas, atau akses instrumen pembayaran kepada pihak lain. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan rekening, merchant, situs, atau kanal pembayaran yang diduga digunakan untuk memfasilitasi judi online.

PPATK bersama kementerian/lembaga, regulator, industri jasa keuangan, penyedia sistem pembayaran, pihak pelapor, dan aparat penegak hukum akan terus memperkuat deteksi, pertukaran informasi, pemutusan akses dan aliran dana, penindakan, serta pemulihan aset dari jaringan judi online. (Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement