"Namun kemudian melihat fenomena ini, sekali lagi dengan kepedulian Pak Presiden Prabowo Subianto terhadap konservasi satwa Indonesia, beliau memutuskan menyiapkan dana bantuan presiden untuk membuat pagar atau kanal, ya, yang akan membentengi antara Taman Nasional Way Kambas dengan perkampungan atau desa yang ada di sepanjang Taman Nasional Way Kambas di Lampung tersebut," katanya.
Raja Juli juga menyampaikan proyek ini masih berada pada tahap kajian dan uji coba teknis. Pemerintah mempelajari berbagai praktik terbaik dari negara lain yang telah lebih dahulu mengelola konflik manusia dan satwa liar.
"Sekarang sudah pada tahap uji coba, ya, dan studi yang komprehensif, belajar dari pengalaman Afrika, India, dalam mengelola taman nasional mereka," kata dia.
Selain itu, rencana pembangunan sistem perlindungan tersebut mencakup berbagai bentuk infrastruktur fisik, mulai dari tanggul hingga pagar baja berkekuatan tinggi. Pagar tersebut dirancang untuk menahan pergerakan gajah dari kawasan taman nasional menuju permukiman warga.
“Jadi kemungkinan nanti akan ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga akan ada pagar, ya, dari baja yang sangat kuat. Sekarang sedang diuji kekuatannya, ya,” katanya.
Tak hanya pembangunan pagar, Raja Juli mengungkap proyek ini juga berfokus memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.
Dia berharap langkah ini bukan hanya menekan konflik manusia dan satwa dapat ditekan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Di mana nanti sekali lagi alam terjaga, satwa terjaga, namun juga apa, baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)